Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2025 dan menyongsong kemandirian pangan, Thrive Conservation menginisiasi kegiatan pembuatan Kebun Sayur Skala Rumah Tangga. Kegiatan ini diadakan dengan latar belakang akses dusun Lohaen yang cukup sulit bagi masyarakat dalam mendapatkan sayur dan buah-buahan.
Uji coba pembuatan kebun sayur skala rumah tangga ini dilakukan oleh tim Community and Livelihoods Thrive Conservation dengan membuat 4 bedeng berukuran 2×1 meter yang terletak di halaman Pustu Lohaen. Tanaman yang ditanam berupa kangkung, cabai, tomat, pepaya, kemangi, ketela pohon, dan pandan. Pembuatan bedeng dimulai dengan mengambil tanah merah dari hutan di sekitar dusun Lohaen, lalu dicampur dengan kotoran ternak, serbuk kayu, dan pupuk cair dari sisa sampah organik rumah tangga. Kemudian bibit sayur ditanam dan selanjutnya dilakukan penyiraman setiap hari di pagi dan sore hari.
Gambar 1. Kebun Sayur yang dikelola Thrive Conservation.
Kebun sayur skala rumah tangga yang dibuat oleh Thrive Conservation telah berhasil memanen 1 bedeng kangkung dan 1 pohon tomat. Capaian ini membuat masyarakat dusun Lohaen termotivasi untuk membuat bedeng sayur di rumah mereka masing-masing. Tercatat sudah 7 rumah yang memiliki bedeng sayur. Tim Thrive Conservation kemudian memfasilitasi bibit kepada masyarakat yang akan melakukan penanaman sayur. Pendampingan dan monitoring juga dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman sayur yang ditanam. Selain itu, tim Thrive Conservation juga mengedukasi masyarakat untuk membuat pupuk organik dari sisa-sisa sampah organik rumah tangga.
Gambar 2. Panen kangkung bersama anak-anak.
Kegiatan kebun sayur skala rumah tangga ini disambut baik oleh masyarakat. Untuk menanamkan kebiasaan berkebun, kami mengajak anak-anak untuk membuat bedeng sayur di area Pustu Lohaen. Bedeng ini ditanami kangkung dan dirawat oleh anak-anak. Luaran dari program ini adalah tanaman yang telah ditanam oleh masyarakat dapat menjadi sumber pangan bagi mereka.
Gambar 3. Pendampingan terhadap kebun sayur warga.
Penulis: Hertanto Dwi Kurniawan
Foto: Welantri Vilan Emola dan Hertanto Dwi Kurniawan
.